Sejak tahun 1992 hingga menutup lembaran kariernya di Unismuh Makassar pada tahun 2024, Sabri telah mengabdikan dirinya selama 32 tahun penuh dedikasi. Setiap hari yang dilalui di kampus ini ia pandang bukan hanya sebagai rutinitas pekerjaan, melainkan sebagai ladang ibadah dan amal yang menumbuhkan keberkahan.
Tampilkan postingan dengan label Profil - Sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil - Sosok. Tampilkan semua postingan
Senin, Agustus 26, 2024
Loyalitas Sabri: Mengabdi dengan Hati di Unismuh Makassar
Sabtu, Desember 10, 2016
Alfred Bernhard Nobel: Penemu Dinamit, Pengusaha, Dermawan
PENEMU DINAMIT. Namanya begitu fenomenal, baik sebagai penemu dinamit, maupun sebagai dermawan yang dalam wasiatnya mewakafkan hartanya untuk memberi Penghargaan Nobel. Dialah Alfred Bernhard Nobel, pria kelahiran Stockholm, 21 Oktober 1833, yang meninggal dunia di San Remo, Italia, 10 Desember 1896, pada umur 63 tahun. (int)
Jumat, September 16, 2016
Rektor Unismuh di Mata Mantan Rektor
SALAM KOMANDO. Mantan Rektor Unismuh Irwan Akib (kiri) melakukan salam komando dengan Rektor Unismuh Makassar masa bakti 2016-2020, Abdul Rahman Rahim. (Foto: Andriani/Humas Unismuh Makassar)
Senin, Februari 22, 2016
Yunan Yunus Kadir: Ikhlas Mengabdi dan Berbuat untuk Umat
“Sebagai anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga Muhammadiyah, saya tentu sudah cukup kenal organisasi ini. Saya sudah mengenal Muhammadiyah sejak SMP, karena aktif berlatih beladiri di Tapak Suci. Ayah memperkenalkan saya kepada pengurus Muhammadiyah dan mengikutkan saya dalam berbagai kegiatan di Muhammadiyah. Saya ikhlas mengabdi dan berbuat untuk umat melalui Muhammadiyah.”
- Yunan Yunus Kadir -
(Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel)
Selasa, September 30, 2014
Gerakan 1000 Buku, Rekor MuRI, dan Penghargaan Kongres AS
Melalui Gerakan Seribu Buku itu, Qadir Gassing ingin para dosen, mahasiswa, dan alumni UIN Alauddin menulis dan menghasilkan buku sebanyak 1.000 buah dalam empat tahun (periode kepemimpinan Qadir Gassing, 2011-2015). Maka terbitlah 250 buku karya para dosen, mahasiswa, dan alumni UIN Alauddin pada tahun 2012. Capaian tersebut kemudian tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MuRI) dan juga penghargaan dari Perpustakaan Kongres Amerika Serikar (Library of Congres USA). (int)
Kamis, Mei 29, 2014
Mengenal Prabowo Subianto (2): Karier Militer Cemerlang Berakhir Tragis
Prabowo mengawali karier militernya pada tahun 1970 dengan mendaftar di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Ia lulus pada tahun 1974. Pada 1976, Prabowo bertugas sebagai Komandan Pleton Grup I Para Komando Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur. Saat itu, ia berumur 26 tahun dan merupakan komandan termuda dalam operasi Tim Nanggala. (int)
Mengenal Prabowo Subianto (1): Profil Pribadi, Isteri, Anak, dan Orangtua
Nama Prabowo Subianto atau lebih lengkapnya Prabowo Subianto Djojohadikusumo, sudah cukup lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Namanya semakin meroket setelah pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951, maju sebagai calon Presiden RI pada Pemilu Presiden 2014, berpasangan dengan Hatta Radjasa. (int)
Sabtu, April 12, 2014
Daeng Ical Tak Pernah Bercita-cita Jadi Wakil Walikota
KULIAH UMUM. Wakil Walikota Makassar terpilih (2014-2019), Syamsu Rizal (kiri) memberikan kuliah umum dengan gaya santai, di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Pancasakti (Unpacti) Makassar, Sabtu, 12 April 2014. Daeng Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal-membawakan kuliah umum berjudul "Peran Tridharma Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Kota Makassar." (Foto: Asnawin)
Sabtu, April 05, 2014
Jumat, Maret 28, 2014
H Alimuddin SH MH: Membangun Pendidikan, Mengurus Rakyat
CALEG DPRD SULSEL. Melihat latar belakang pendidikannya, H Alimuddin SH MH MKn seharusnya bekerja sebagai praktisi hukum, tetapi pria kelahiran Jeneponto, 9 Juli 1967, justru lebih lebih tertarik terjun ke dunia politik praktis.
Kamis, Maret 27, 2014
Arwan Tjahjadi: Dari Dunia Usaha ke Dunia Politik
PENGUSAHA - POLITISI. Dunia usaha di Indonesia identik dengan warga keturunan Tionghoa. Banyak sekali warga keturunan Tionghoa yang terjun ke dunia usaha, termasuk di Kota Makassar. Salah seorang di antaranya ialah Arwan Tjahjadi. Ketika angin reformasi berhembus di Tanah Air, Arwan terpanggil terjun ke dunia politik, terutama karena ingin menjadi perwakilan etnis minoritas dan perwakilan dunia usaha. (Foto: Asnawin)
Langganan:
Postingan (Atom)









